RS Ainun Pastikan Pasien Cuci Darah PBI Tetap Dilayani

Para pasien yang harus menjalani cuci darah di Rumah Sakit dr Hasri Ainun Habibie, Sulawesi Selatan, Sabtu 7 Februari 2026. (Beritasatu.com/Andi Ukki)
INDOSBERITA.ID.PAREPARE – Di tengah isu terhentinya layanan hemodialisa bagi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan di sejumlah daerah, Rumah Sakit dr Hasri Ainun Habibie di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, menegaskan bahwa pelayanan cuci darah bagi warga kurang mampu tetap berlangsung normal.
Kabar gangguan layanan di beberapa wilayah sebelumnya sempat memicu kekhawatiran di kalangan pasien gagal ginjal. Maklum, terapi hemodialisa merupakan tindakan medis yang bersifat krusial dan harus dijalani secara rutin tanpa jeda untuk menjaga kondisi pasien tetap stabil.
Manajemen RS dr Hasri Ainun Habibie pun merespons situasi tersebut dengan langkah antisipatif. Rumah sakit memberikan kelonggaran prosedur administrasi, khususnya bagi pasien PBI BPJS yang kepesertaannya sempat dinyatakan tidak aktif. Alih-alih menghentikan layanan, pihak rumah sakit justru mendampingi pasien agar status kepesertaan dapat segera diaktifkan kembali.
Salah satu keluarga pasien, Rusdianto, mengaku kebijakan tersebut sangat membantu. Ia menceritakan bahwa pihak rumah sakit langsung memberi solusi saat mengetahui kartu BPJS PBI keluarganya tidak aktif.
“Pihak admin memberi tahu kalau BPJS tidak aktif, tapi kami langsung diarahkan untuk mengurus ke Dinas Sosial pagi itu juga. Setelah Dinsos menghubungi BPJS, siangnya langsung aktif dan keluarga kami bisa langsung cuci darah. Kami sangat bersyukur,” kata Rusdianto, Sabtu (7/2/2026).
Wakil Direktur Pelayanan RS dr Hasri Ainun Habibie, Linda Iriani, menjelaskan bahwa pihaknya segera melakukan pengecekan internal setelah mendengar adanya kendala layanan PBI di daerah lain. Dari hasil audit, ditemukan satu pasien dengan status kepesertaan sempat nonaktif.
“Kami langsung menghubungi pasien tersebut dan menyesuaikan jadwal pelayanannya. Kami beri waktu untuk mengurus administrasi ke daerahnya, dan alhamdulillah pada hari yang sama kepesertaan kembali aktif sehingga pelayanan bisa langsung diberikan,” ujar Linda.
Saat ini, RS dr Hasri Ainun Habibie melayani sekitar 40 pasien hemodialisa setiap bulan yang telah terjadwal secara rutin. Linda menegaskan bahwa persoalan administrasi BPJS tidak menjadi penghalang bagi pasien untuk memperoleh hak layanan kesehatan.
“Sejauh ini tidak ada kendala berarti. Umumnya kepesertaan bisa segera aktif kembali setelah dikonfirmasi ke BPJS atau dinas terkait. Begitu status jelas, layanan langsung kami lanjutkan,” tutupnya.




