Sangihe Tawarkan Wisata Alam dan Sejarah Bawah Laut

Sangihe Tawarkan Wisata Alam dan Sejarah Bawah Laut

Puncak Nawirahi, destinasi favorit wisata alam di Sangihe. (Beritasatu.com/Jaya T Bawole)

INDOSBERITA.ID.TAHUNA – Kabupaten Kepulauan Sangihe di Sulawesi Utara menawarkan kekayaan alam dan sejarah yang masih terjaga hingga kini. Wilayah kepulauan ini menyuguhkan panorama beragam, mulai dari lanskap pegunungan, pesisir pantai, hingga keindahan bawah laut yang menyimpan kisah masa lalu.

Di daratan, Sangihe memiliki sejumlah destinasi alam yang menjadi favorit wisatawan, seperti air terjun alami yang dikelilingi hutan tropis serta Pantai Pananuareng dengan pasir putihnya yang kerap menjadi tujuan rekreasi warga lokal. Gunung Api Awu yang masih aktif juga menjadi ikon alam sekaligus daya tarik bagi pencinta wisata petualangan.

Pesona Sangihe tidak berhenti di darat. Perairan Teluk Tahuna menyimpan bangkai kapal kargo Jepang peninggalan Perang Dunia II. Kapal tersebut tenggelam pada 1945 setelah diserang pesawat tempur dan kini menjadi situs sejarah bawah laut yang menarik minat para penyelam.

Awalnya, kapal tersebut difungsikan sebagai armada penangkap ikan untuk mendukung logistik pasukan Jepang di wilayah Sangihe. Namun seiring eskalasi perang, kapal itu beralih fungsi sebagai pengangkut kebutuhan militer. Puluhan tahun kemudian, sisa-sisa kapal justru menjadi daya tarik wisata selam dengan nilai sejarah tinggi.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sonny Kapal, menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kelestarian alam dan situs sejarah yang ada. Menurutnya, keberlanjutan pariwisata sangat bergantung pada kesadaran bersama dalam merawat lingkungan.

Pemerintah daerah berharap potensi wisata alam dan sejarah Sangihe semakin dikenal luas, khususnya menjelang peringatan hari jadi ke-601 Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kekayaan alam dan jejak sejarah tersebut dinilai sebagai modal utama untuk mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *