Empat Anak Tenggelam di Sungai Jambon Ponorogo

Empat Anak Tenggelam di Sungai Jambon Ponorogo

Ilustrasi tenggelam. (B1/Muhammad Reza)

INDOSBERITA.ID.PONOROGO – Tragedi memilukan terjadi di Kabupaten Ponorogo. Empat anak dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam saat bermain di aliran Sungai Jambon, Dusun Sidowayah, Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Jumat (6/2/2026) siang.

Keempat korban diketahui masih memiliki hubungan keluarga dan tinggal di lingkungan yang saling berdekatan. Mereka terdiri dari tiga anak perempuan berinisial JI (7), AR (5), SA (5), serta seorang anak laki-laki berinisial AI (5).

Peristiwa bermula sepulang sekolah ketika para korban bermain air di sungai. Hingga waktu makan siang tiba, mereka tak kunjung pulang ke rumah. Keluarga yang merasa cemas kemudian melakukan pencarian di lokasi yang biasa digunakan anak-anak tersebut untuk bermain, namun tidak menemukan keberadaan mereka.

Pencarian dilanjutkan ke area sungai bagian hulu. Di lokasi itulah, keempat anak ditemukan tenggelam di satu kubangan aliran sungai. Seluruh korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Jambon, namun nyawa mereka tidak dapat diselamatkan.

Suasana duka menyelimuti keluarga korban. Tangis histeris pecah di puskesmas, bahkan salah satu ibu korban dilaporkan sempat pingsan karena syok dan kesedihan mendalam.

Salah seorang warga setempat, Sumaji, mengatakan bahwa anak-anak tersebut memang kerap bermain di sungai, namun biasanya di area yang dangkal dan dekat dengan pemukiman. “Kalau di sini jarang, tempatnya jauh dari rumah mereka dan jarang dipakai anak-anak untuk bermain,” ujarnya.

Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo yang meninjau langsung lokasi kejadian menjelaskan bahwa sebelum kejadian, para korban sempat pulang ke rumah masing-masing. Namun setelah itu mereka kembali keluar dan bermain di sungai yang berada di dekat area persawahan.

“Biasanya mereka bermain di bawah jembatan karena airnya dangkal. Lokasi ini bukan tempat bermain favorit mereka,” jelas Andin.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, kedalaman kubangan sungai mencapai sekitar 130 sentimeter. Sementara tinggi badan para korban rata-rata hanya sekitar 116 sentimeter dan belum memiliki kemampuan berenang.

“Diduga para korban tidak mengetahui kedalaman sungai di lokasi tersebut sehingga tenggelam secara bersamaan,” tambahnya.

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi orang tua dan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, khususnya di sekitar aliran sungai dan area berisiko lainnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *