Warga Pacet Bandung Geger, Macan Tutul Turun Gunung

Seekor macan tutul dari Gunung Rakutak menghebohkan warga Desa Maruyung, Bandung. (Beritasatu.com/Algi Gifari)
INDOSBERITA.ID.BANDUNG – Seekor macan tutul menghebohkan warga Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Kamis (5/2/2026). Satwa buas yang diduga berasal dari hutan Gunung Rakutak ini memasuki permukiman dan menyebabkan dua warga mengalami luka akibat serangan.
Macan tersebut terlihat sejak pagi hari memasuki halaman rumah warga. Masyarakat setempat segera melakukan pengepungan untuk mencegah serangan lebih lanjut. Ahmad Faik, salah seorang warga yang terlibat dalam penangkapan, menceritakan upaya mereka menangkap macan tutul dengan jaring tanpa menggunakan senjata tajam.
“Warga sudah ramai-ramai, saya bawa jaring dan mengejar macan saat dia masuk ke lorong antara tembok dan besi. Prosesnya memakan waktu sekitar dua jam,” kata Ahmad.
Setelah upaya panjang bersama petugas gabungan, macan tutul berhasil diamankan. Untuk menghindari serangan susulan, petugas mengikat kaki dan menutup mulut satwa tersebut sesuai prosedur keamanan.
Dua warga menjadi korban serangan macan tutul. Ahmad menjelaskan, satu korban mengalami luka parah di punggung, sementara korban lainnya menderita luka sekitar 20 cm di tangan. Keduanya segera dilarikan ke fasilitas kesehatan.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) V Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Vitriana Yulalita, memberikan apresiasi atas sikap bijak warga yang tidak melukai satwa dilindungi tersebut.
“Alhamdulillah masyarakat paham bahwa macan tutul adalah satwa dilindungi. Mereka tetap menjaga keselamatan diri tanpa membahayakan satwa,” ujarnya.
Saat ini, BBKSDA masih menelusuri penyebab macan tutul turun ke permukiman. Satwa dengan nama latin Panthera pardus melas itu akan dibawa ke Lembaga Konservasi Cikembulan di Garut untuk penanganan lebih lanjut dan kajian habitat yang memungkinkan pelepasliaran kembali.
“Kami akan melakukan evaluasi kondisi macan dan habitatnya sebelum dilepasliarkan kembali. Untuk saat ini, fokus kami adalah memindahkan satwa ke Cikembulan,” kata Vitriana.




