Jelang Semifinal vs Irak, Pelatih Iran Sentil AFC soal Venue

Jelang Semifinal vs Irak, Pelatih Iran Sentil AFC soal Venue

Pelatih Timnas Futsal Iran, Vahid Shamsaee, saat memberikan keterangan kepada awak media jelang lawan Irak dalam laga semifinal Piala Asia Futsal 2026, di Indonesia Arena, Jakarta, Rabu (4/11/2026).
© WILA WILDAYANTI/BOLASPORT.COM

INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Semifinal Piala Asia Futsal 2026 antara Iran dan Irak belum dimulai, namun tensi sudah lebih dulu terasa. Pelatih Timnas Futsal Iran, Vahid Shamsaee, melontarkan pernyataan bernada kritik kepada Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) terkait pengaturan venue pertandingan.

Iran akan berhadapan dengan Irak pada laga empat besar yang berlangsung di Indonesia Arena, Jakarta, Kamis (5/2/2026) pukul 15.00 WIB. Pertandingan ini menjadi krusial bagi Iran yang berambisi kembali mengukuhkan dominasi di level Asia.

Dengan status sebagai tim peringkat kelima dunia dan pemilik 13 trofi Piala Asia Futsal, Iran jelas datang sebagai favorit. Namun Shamsaee menegaskan bahwa status tersebut tidak membuat timnya berada di posisi nyaman.

“Kami berada di tahap penting turnamen. Semua tim yang tersisa punya kualitas dan tidak bisa dipandang sebelah mata,” kata Shamsaee saat konferensi pers, Rabu (4/2/2026).dikutip dari bola.com

Ia mengaku bangga dengan perjalanan timnya sejauh ini dan meminta para pemain tetap menjaga fokus menghadapi Irak yang dinilainya sebagai lawan tangguh.

Meski demikian, Shamsaee tak menutup mata terhadap situasi di luar lapangan. Ia secara terbuka mempertanyakan kebijakan AFC terkait pembagian venue sepanjang turnamen.

Iran tercatat selalu memainkan laga di Jakarta International Velodrome sejak fase grup hingga perempat final. Sebaliknya, Irak disebutnya konsisten bertanding di Indonesia Arena, termasuk pada laga semifinal.

“Dari sudut pandang saya, keseimbangan adalah hal penting dalam turnamen seperti ini,” ujar Shamsaee.

“Kami harus beradaptasi dengan satu venue, sementara lawan kami sudah sangat familiar dengan arena ini. Saya rasa AFC seharusnya memberi kesempatan yang sama bagi semua tim,” tambahnya.

Meski menyampaikan keberatan, pelatih berusia 49 tahun itu menegaskan bahwa Iran tidak akan menjadikan hal tersebut sebagai alasan.

“Kami adalah profesional. Apa pun kondisinya, tugas kami adalah bermain sebaik mungkin di lapangan,” tegas Shamsaee.

Pertandingan Iran kontra Irak pun dipastikan tak hanya menjadi adu taktik dan kualitas pemain, tetapi juga ujian mental dalam situasi yang dianggap belum sepenuhnya ideal. Jika mampu melewatinya, Iran tinggal selangkah lagi menuju final dan membuka peluang menambah koleksi gelar juara Asia.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *