Serikat Karyawan Dukung Transformasi Garuda Indonesia

Serikat Karyawan Dukung Transformasi Garuda Indonesia

Ilustrasi. Foto: dok Garuda Indonesia.

INDOSBERITA.ID,JAKARTA –  Dua organisasi pekerja di lingkungan Garuda Indonesia, yakni Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga) dan Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI), menyatakan komitmennya untuk berada di belakang program transformasi perusahaan yang sedang berjalan. Upaya pembenahan tersebut dinilai penting untuk memperkuat fondasi bisnis maskapai pelat merah itu.

Perwakilan kedua serikat menyebut, berbagai masukan dan aspirasi dari anggota telah disampaikan kepada manajemen dalam sejumlah pertemuan. Dialog tersebut tidak hanya membahas kondisi terkini perusahaan, tetapi juga arah pembentukan hubungan industrial yang lebih adaptif dan berbasis kemitraan strategis.

Ketua Sekarga Dwi Yulianta mengatakan langkah-langkah penataan yang diambil manajemen, termasuk pengetatan biaya dan penyesuaian kebijakan operasional, merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memulihkan kinerja perusahaan. Menurutnya, program tersebut selaras dengan agenda pemerintah dalam memperbaiki kesehatan BUMN sektor transportasi udara.

Ia menuturkan komunikasi antara serikat pekerja dan manajemen berlangsung terbuka, sehingga karyawan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai tantangan serta rencana perbaikan yang sedang dijalankan.

“Transformasi ini harus dipahami sebagai tanggung jawab bersama. Keputusan yang diambil memang tidak ringan, namun diperlukan agar perusahaan tetap bertahan dan tumbuh,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (3/2/2026).

Sikap sejalan juga disampaikan IKAGI. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal IKAGI Uray Indrayana Kusumawijaya menegaskan awak kabin siap mendukung kebijakan efisiensi perusahaan, dengan tetap menjaga standar layanan kepada penumpang.

Menurutnya, profesionalisme kru kabin akan tetap menjadi prioritas meski perusahaan menjalankan berbagai penyesuaian di tengah proses transformasi.

Di sisi lain, pengamat bisnis penerbangan Gatot Rahardjo menilai keberhasilan restrukturisasi maskapai sangat ditentukan oleh konsistensi dalam menjalankan efisiensi. Ia menyebut perbaikan bisa dilakukan melalui optimalisasi rute, pemilihan armada yang lebih hemat energi, hingga digitalisasi dan penyederhanaan proses internal.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa langkah penghematan tidak boleh mengurangi aspek keselamatan dan kepatuhan terhadap regulasi penerbangan. Dengan sinergi antara manajemen dan pekerja, transformasi Garuda Indonesia diharapkan mampu mendorong perbaikan kinerja dan memperkuat posisi keuangan perusahaan.(Zr)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *