Pramono Anung Usulkan Flyover Panjang di Daan Mogot untuk Atasi Banjir dan Macet

Pramono Anung Usulkan Flyover Panjang di Daan Mogot untuk Atasi Banjir dan Macet

BANJIR DI JALAN DAAN MOGOT – Hujan deras yang mengguyur Jakarta menyebabkan genangan air di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, Jumat (23/1/2026) siang. Genangan banjir ada di sekitar Halte Transjakarta Taman Kota. Akibatnya, arus lalu lintas dari arah Cengkareng menuju Pesing mengalami kemacetan mengular.

INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Hujan yang turun di Jakarta Barat kerap menjadi alarm bagi pengguna Jalan Daan Mogot. Bukan sekadar genangan yang muncul, ruas vital ini hampir selalu berubah menjadi lintasan air yang memicu kemacetan panjang dan berulang. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan langkah yang lebih berani dari sekadar penanganan sementara.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mulai membuka opsi pembangunan jalan layang atau flyover di sepanjang Jalan Daan Mogot. Proyek ini diproyeksikan memiliki panjang lebih dari dua kilometer dan disiapkan sebagai solusi jangka menengah hingga panjang untuk mengatasi banjir sekaligus kemacetan.dikutip dari Wartakotalive

Wacana tersebut mencuat setelah Pramono meninjau pembangunan Pompa Daan Mogot di kawasan Cengkareng, Selasa (3/2/2026). Dari lokasi tersebut, ia melihat langsung kompleksitas persoalan yang selama ini membelit salah satu jalur utama penghubung Jakarta dan Tangerang itu.

Menurut Pramono, akar masalah Jalan Daan Mogot berada pada kondisi geografisnya. Permukaan jalan yang lebih rendah dibandingkan Sungai Mookervaart membuat kawasan ini sangat rentan tergenang. Kenaikan debit sungai sedikit saja, bahkan saat curah hujan mencapai sekitar 100 milimeter, sudah cukup membuat air melimpah ke badan jalan.

Situasi tersebut menyebabkan genangan hampir selalu terjadi setiap hujan turun, terlepas dari durasinya. Karena itu, Pramono menilai solusi jangka pendek tidak lagi cukup untuk menyelesaikan persoalan yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Ia pun meminta Dinas Bina Marga segera melakukan perhitungan teknis serta kajian komprehensif terkait rencana pembangunan flyover.

Sambil menunggu realisasi proyek besar tersebut, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan langkah cepat untuk mengurangi dampak banjir. Salah satunya dengan membangun pompa stasioner di Jalan Daan Mogot KM 13.

Pompa-pompa tersebut akan ditempatkan di tiga titik strategis, yakni KM 13, KM 13A, dan KM 13B. Kehadiran pompa diharapkan mampu mempercepat penyedotan air dan memperpendek durasi genangan saat hujan turun.

Jika rencana flyover benar-benar terwujud, Jalan Daan Mogot bukan hanya diharapkan bebas dari banjir, tetapi juga lepas dari predikat ruas jalan yang selalu lumpuh setiap musim hujan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *