Tangisan Emosional Denada Saat Jadi Juri Jadi Perbincangan

Netizen meminta agar Denada diboikot akibat diduga tidak mengakui Ressa Rizky Rosano sebagai anak kandung. (Instagram @denadaindonesia)
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Jagat maya ramai menyoroti momen emosional selebritas Denada Tambunan yang menangis saat menjadi juri dalam ajang pencarian bakat dangdut. Tangisan Denada diduga muncul setelah pengakuan dari Ressa Rizky Rosano yang menyebut Denada sebagai ibu kandungnya.
Video yang kini viral pertama kali diunggah akun TikTok @adam.winter_. Dalam video tersebut, terlihat momen saat kontestan asal Bandung, Agni, membawakan lagu Gejolak Asmara. Dua juri lain, Iis Dahlia dan Caren Delano, menekan buzzer untuk menolak penampilan Agni, sementara Denada terlihat ragu dan menutup telinganya dengan tangan.
Hal itu membuat pembawa acara Irfan Hakim mempertanyakan sikap Denada. “Kenapa Denada tidak menekan buzzer?” tanya Irfan, Kamis (29/1/2026).
Denada menjawab, “Menurut aku, penampilan dia masih bisa diapresiasi. Liriknya benar semua, ada bagian yang bagus.” Namun, saat ditegaskan keraguannya, Denada terdiam sejenak dan akhirnya menitikkan air mata di depan kamera. Rekan juri, Caren Delano dan Iis Dahlia, langsung menenangkannya.
“Setiap tindakan tentu ada alasannya, walau mungkin belum bisa diungkapkan,” ujar Irfan Hakim.
Hingga kini, Denada belum memberikan tanggapan resmi terkait pengakuan Ressa yang menyebutnya sebagai ibu kandung. Video dan cerita ini memicu reaksi keras dari warganet. Banyak yang menyuarakan boikot terhadap Denada dan meminta selebritas tersebut tidak lagi tampil di televisi maupun media sosial.
Ungkapan warganet muncul di kolom komentar podcast Curhat Bang Denny Sumargo, yang memuat pengakuan Ressa. Beberapa komentar antara lain:
-
“Ayo, ramai-ramai boikot Denada.”
-
“Jangan dikasih panggung di mana pun, terutama televisi dan podcast.”
-
“Kalau benar wajib diboikot. Hamil di luar nikah, menelantarkan anak, tidak mengakui anak, menzalimi tantenya yang mengasuh anaknya.”
-
“Denada ibu yang durhaka, wajib diboikot.”
Kisah ini masih menjadi perbincangan hangat di media sosial, sementara publik menantikan klarifikasi resmi dari Denada.




