Musim Hujan, Ular Sanca Masuk Kawasan Warga Kudus

Musim Hujan, Ular Sanca Masuk Kawasan Warga Kudus

Ular sanca sepanjang 4 meter masuk permukiman dan memangsa ayam warga Kudus, Kamis 29 Januari 2026. (Beritasatu.com/Jamaah)

INDOSBERITA.ID.KUDUS – Warga Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, dibuat waspada setelah seekor ular sanca berukuran besar ditemukan masuk ke area permukiman usai banjir melanda wilayah tersebut akibat hujan deras. Reptil dengan panjang sekitar empat meter itu diketahui telah memangsa dua ekor ayam milik warga setempat.

Ular tersebut pertama kali terlihat berada di sekitar kandang ternak dan sempat menimbulkan kepanikan karena menunjukkan perilaku agresif. Proses evakuasi berlangsung cukup menegangkan lantaran ular bersembunyi di celah tumpukan kayu dengan ruang yang sangat terbatas, sehingga menyulitkan petugas dalam melakukan penanganan.

Tim animal rescue BPBD Kabupaten Kudus dikerahkan untuk mengamankan ular tersebut. Relawan harus bertindak ekstra hati-hati karena ular beberapa kali melakukan perlawanan saat akan dievakuasi. Kondisi lokasi yang sempit turut memperpanjang proses penyelamatan.

Pemilik ayam, Krismanto, mengaku baru pertama kali mengalami kejadian serupa. Ia menyadari keberadaan ular setelah mendapati ayam-ayamnya berlarian ketakutan. Dalam rentang dua hari, dua ekor ternaknya ditemukan telah dimangsa.

“Waktu itu ayam-ayam ribut dan berhamburan. Setelah dicek ternyata ada ular besar di kandang. Dua ayam sudah habis dimakan,” ujar Krismanto, Kamis (29/1/2026).

Relawan animal rescue BPBD Kudus, Edi Yulianto, menjelaskan bahwa kemunculan ular sanca di permukiman warga umumnya meningkat saat musim hujan. Banjir dinilai mengganggu habitat alami ular sehingga memaksa hewan tersebut mencari tempat yang lebih kering dan aman.

“Kondisi lokasi sempit dan ular cukup agresif, jadi penanganannya harus ekstra hati-hati. Kami mengimbau warga segera melapor jika menemukan ular agar tidak membahayakan,” jelasnya.

Setelah berhasil dievakuasi, ular sanca tersebut kini diamankan sementara di shelter animal rescue BPBD Kudus. Rencananya, reptil itu akan dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya yang jauh dari lingkungan permukiman warga.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *