Kejagung Fokus Lelang Barang Mewah Kasus Timah

Harvey Moeis. (Antara/Akbar Nugroho Gumay)
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) bersiap mempercepat proses lelang sejumlah aset mewah yang disita dalam perkara korupsi tata niaga timah dengan terdakwa pengusaha Harvey Moeis. Aset yang akan dilelang meliputi kendaraan mewah hingga barang fesyen bernilai tinggi, setelah seluruh proses penilaian harga rampung.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, mengatakan lelang akan segera dilakukan guna mencegah penurunan nilai aset. “Secepatnya akan kita lakukan,” ujar Anang di Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Ia menjelaskan, Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejagung memberikan perhatian khusus terhadap aset-aset dalam perkara tersebut. Kepala BPA, Kuntadi, bahkan telah melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi kendaraan mewah milik Harvey Moeis yang disita sebagai barang bukti.
Menurut Anang, percepatan lelang menjadi langkah strategis untuk menjaga nilai ekonomis aset sebelum mengalami penyusutan. “Ini menjadi atensi Kepala BPA yang baru untuk perkara Harvey Moeis dan pihak terkait, agar nilai aset bisa diselamatkan dan tidak turun,” katanya.
Anang menambahkan, aset dengan nilai ekonomi tinggi menjadi prioritas utama untuk dilelang. Hasil lelang nantinya akan dimanfaatkan sebagai bagian dari upaya pemulihan kerugian negara akibat tindak pidana korupsi tersebut.
“Yang diprioritaskan tentu kendaraan mewah, tas, dan barang-barang mewah lainnya supaya nilai ekonominya tetap optimal,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala BPA Kejagung, Kuntadi, melakukan inspeksi mendadak sekaligus verifikasi fisik terhadap sejumlah aset bernilai tinggi pada Selasa (6/1/2026). Langkah ini disebut sebagai bentuk komitmen Kejaksaan dalam mengelola barang bukti dan aset rampasan negara secara profesional dan optimal.
Dalam pemeriksaan tersebut, Kuntadi meninjau lima unit kendaraan mewah yang memerlukan penanganan khusus di Bengkel Auto Vault. Kendaraan itu terdiri atas Ferrari 360 Challenge Stradale, Ferrari 458 Speciale, Mercedes Benz SLS AMG, Rolls-Royce, serta Porsche Cayman. Seluruh aset tersebut dinilai memiliki potensi besar sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang perlu dijaga dan dikelola dengan baik.




